Posted in Berita

Pembukaan KKN SISDAMAS 2017 di Desa Campakasari Oleh Kepala Desa

desacampakasari
Pembukaan dan Pnerimaan KKN Sisdamas 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung oleh Kepala Desa Campakasari dan Dosen Pembimbing Lapangan.

Purwakarta- Lembaga Penelitian Pengembangan Masyarakat atau LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan Pembukaan KKN di Desa Campakasari Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta. Acara ini dilaksanakan setelah pengarahan dan sambutan hangat dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Pembukaan di damping oleh Dosen Pembimbing Lapangan atau DPL, Dr. Ade Nandang M.Ag.
Acara ini dihadiri oleh semua peserta KKN di Desa Campakasari yang terdiri dari tiga kelompok yaitu 69, 179 dan 289. Acara ini juga dihadiri  Kepala Desa beserta jajarannya menjadikan atmosfer semangat untuk KKN Sisdamas 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

KKN Sisdamas 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung berlangsung dari tanggal 7 Februari sampai dengan 9 maret 2017.

Pembukaan sekaligus Penerimaan KKN Sisdamas 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung di sambut dengan suasana kekeluargaan yang kental di Kantor Kepala Desa Campakasari. Bingkaian foto KKN Sebelumnya dan kerapihan kantor memberikan kesan pertama yang baik dari peserta KKN Sisdamas 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan jamuan khusus untuk mahasiswa beserta Dosen Pembimbing Lapangan.

Koordinator Desa atau Kordes, Bustomi Arifin mengatakan “KKN Sisdamas 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini berbeda dengan KKN sebelumnya, dikarenakan kita di sini tidak membuat program namun mengoptimalkan program di sekitar lingkungan Desa Campakasari”.

Mengenai program dari KKN Sisdamas 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Desa Campakasari akan di bahas kembali pada acara Rembug Desa pada tanggal 10 Februari 2017.

Bustomi Arifin mengajak agar KKN ini dapat menjadikan implementasi keilmuan dan laboratorium yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Dosen Pembimbingan Lapangan, Ade Nandang mengatakan “Mahasiswa agar lebih menganalisis permasalahan yang ada dan meningkatkan salah satu bidang UMKM di Desa Campakasari dan kemudian mencari akar permasalahannya”

Ade Nandang menekankan agar mahasiswa lebih menjadi agen solusi untuk Desa Campakasari dan memenuhi kewajibannya agar berjalannya KKN Sisdamas 2017 ini.

Reporter : Anis Tsaqila

Redaktur : Putri Syifa ZA

Posted in Berita

Observasi KKN Sisdamas 2017 di Desa Campakasari

Bandung- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat atau disebut  KKN SISDAMAS, kamis (25/1).

KKN SISDAMAS  merupakan kegiatan pembelajaran mahasiswa yang mengintregasikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di daerah tertentu untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan prinsip pembangunan partisipasif, demokratis dan berkelanjutan berlandasan nilai-nilai kemanusiaan.

Tahap sosialisasi awal adalah observasi dan transect yang di bimbing oleh Bapak Ade Nandang M.Ag selaku DPL Desa Campakasari, observasi  di hadiri oleh setiap perwakilan kelompoknya yang terdiri dari kelompok 69, 179 dan 289.

Ketiga kelompok tersebut mengunjungi Desa Campakasari Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, yang mempunyai luas wilayah Desa 2.777 km2/Ha, luas wilayah persawahan 912.022 km2/Ha dan luas wilyah perkebunan 27.617 km/Ha.

dscn3839
Peta Wilayah Desa Campakasari Kecamatan Campaka  Kabupaten Purwakarta

Setiap kelompok memetakan potensi dan menginventarisir hasil dari observasi tersebut. Skala prioritas KKN Desa Cempakasari akan dikaji kembali sebagai bahan KKN berbasis pemberdayaan. Adapaun hasil sementara dari pemetaan yang telah di tinjau di Desa Campakasari adalah potensi pertanian padi dan palawija serta potensi pendidikan yang harus di kembangkan dan di inovasi.

Desa Campakasari merupakan salah satu desa yang mempunyai potensi besar untuk di kembangkan dan diberdayakan guna kemajuan sosial ekonomi. Desa Campakasari terdiri dari dua dusun yaitu 4 Rw dan 18 Rt, dengan tingkat penduduk lebih kurang  5.038 Jiwa yang bertempat tinggal di Desa Campakasari.

Abdul Kodir, Kepala Desa Campakasari berharap agar KKN ini dapat memberikan dampak positif serta manfaat bagi masyarakat.

“Masyarakat sepertinya masih menginginkan untuk di pimpin kembali oleh saya” Ujar Abdul Kodir, Kepala Desa Campakasari yang menjabat dua priode.