Posted in Desa Campakasari, Kelompok 69

Solusi Penanggulangan Limbah Rumah Tangga jadi Berkah

Campakasari – Agenda kegiatan KKN SISDAMAS 2017 kelompok 69 hari ini adalah berdiskusi dengan paguyuban Puspasari, Minggu (19/2).

Paguyuban Puspasari adalah sekelompok sosial yang terdiri dari pemuda aktif, kreatif yang memiliki keinginan kuat untuk ikut menggerakan pemuda di sekitar lingkungannya, terlebih ingin memajukan desa tercinta Campakasari melalui program-program yang mereka rancang. Paguyuban Puspasari memang terbilang masih sangat muda mengingat peresmian paguyuban tersebut baru disyahkan pada tanggal 11 Februari 2017 oleh kepala desa Campakasari.

Diskusi bersama paguyuban Puspasari.jpg

Program yang saat ini direncanakan oleh paguyuban Puspasari adalah Bank Sampah yang dinamai “Sampah jadi berkah”. Program ini merupakan bentuk kepedulian Paguyuban Puspasari pada masalah limbah rumah tangga di Kampung Kaum, khususnya RW 03 dan 02. Namun program tersebut masih menemukan beberapa kendala seperti, sosialisasi tentang program “Sampah jadi Berkah”.  kepada masyarakat masih sangat kurang dengan konsep yang belum matang. Sehingga program tersebut masih perlu bantuan dari berbagai pihak, baik dari anggota Paguyuban maupun dari lingkungan sekitar. Dengan tema KKN SISDAMAS 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, sangat membuka peluang bagi peserta KKN untuk belajar bersosialisasi, mengabdi kepada masyarakat dan menjadikan “Sampah jadi Berkah”sebagai program prioritas yang perlu dioptimalkan.

Serangkaian diskusi yang pernah dilakukan oleh kelompok 69 dengan paguyuban Puspasari sebelumnya telah menghasilkan solusi untuk memecahkan hambatan dalam proses realisasi program “Sampah jadi Berkah”, diantaranya, kelompok 69 membantu sosialisasi secara langsung kepada ibu-ibu pengajian sebagai target utama dalam proses pemisahan sampah rumah tangga (organik/anorganik), membuat brosur tentang “Sampah jadi Berkah”yang akan dibagikan kepada warga sekitar. Adapun konsep dari “Sampah jadi Berkah” itu sendiri sebagai berikut:

rrr

Sampah-sampah anorganik yang telah ditabung di bank sampah akan  ditukarkan dengan uang atau bahan sembako. Selain ditukar dengan sembako, sampah tersebut dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan. Adapun Manfaat dari program “sampah jadi berkah” ini diantaranya adalah:

  1. Mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA
  2. Membantu mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah
  3. Membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
  4. Aspek Pendidikan; Menanamkan pentingnya mengelola sampah rumah tangga kepada masyarakat dengan cara diinvestasikan/ditabung, pendidikan lingkungan hidup sejak dini terhadap anak-anak dengan tidak meninggalkan tumbuh kembang mereka, anak-anak akan memahami pentingnya menabung, anak-anak akan memaknai sampah yang mereka hasilkan.

Besar harapan, bahwa program “Sampah jadi Berkah” ini dapat bermanfaat dan berjalan dengan baik serta terus berlanjut untuk membantu penanggulangan sampah di lingkungan sekitar.

 

oleh: Albi Fatahilah dan Rita Choerunnisa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s